My Blog

Tata Cara, Syarat dan Sunnah Sa’i

Sunnah Sa'i

 

Sa’i merupakan salah satu rukun haji dan umrah yang harus dilakukan oleh jamaah haji. Menurut manual Manasik Haji dan Umrah yang diterbitkan oleh Kementerian Agama Indonesia, sa’i berarti “pergi” atau “mencoba” tergantung pada bahasanya. Sedangkan menurut istilah, sa’i hijrah tujuh kali dari bukit Safa ke bukit Marwah, dimulai dari Safa dan berakhir di Marwah, dengan syarat dan tata cara tertentu.

 

Sebelum sa’i, jamaah harus mengetahui syarat-syarat pelaksanaannya. Berikut ini adalah syarat-syarat sa’i:

 

Tawaf didahului;

Dimulai dari bukit Safa dan berakhir di bukit Marwah;

Menyelesaikan tujuh perjalanan dari bukit Safa ke bukit Marwah. Perjalanan dari Safa ke Marwah dihitung satu putaran, dan kembalinya dari Marwah ke Safa dihitung satu putaran lagi;

Diselenggarakan di lokasi Sa’i.

Adapun sunnah para sa’i diantaranya:

 

Setelah mendekati bukit Safa seseorang harus membaca:

الصفا المروة ائر الله، ا الله

 

“Sesungguhnya Safa dan Marwah termasuk di antara syiar agama Allah. Saya memulai Sa’i dengan apa yang telah diprioritaskan Allah.” (HR. Muslim)

Berjalanlah seperti biasa antara Safa dan Marwah. Kecuali saat lampu hijau, sunnah bagi jamaah laki-laki untuk berjalan (joging) cepat.

Saat mendaki bukit Safa, seseorang harus menghadap kiblat dan membaca kalimat Tauhid dan Takbir tiga kali:

Allah

 

“ALLAH MAHA BESAR, ALLAH MAHA BESAR, ALLAH MAHA BESAR. LA ILAHA ILAALLAH WAHDAHU LA SYARIIKA LAHU. LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA ‘ALAA KULLI SYAI’IN QADIIR. LA WANILAHA ILLALLAH WAHDAHU ANJAZA WA’DAHUABDAH ILLALLAH WAHDAHU ANJAZA WA’ WAHAZAMAL AHZABA WAHDAH.”

 

“Tuhan itu hebat, Tuhan itu hebat, Tuhan itu hebat. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya kerajaan dan segala puji, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah saja, Yang Menepati janji-Nya, membantu hamba-hamba-Nya dan membinasakan musuh-musuh-Nya.” (HR. Muslim)

 

Dalam perjalanan Sa’i, adalah Sunnah bagi para peziarah untuk mengingat Allah, membaca ayat-ayat Al-Qur’an dan berdoa untuk keselamatan dunia dan akhirat.

Di titik hijau perbukitan Safa dan Marwah, bacalah doa:

 ا ا الأعز الأكرم

 

“Ya Tuhan, ampunilah aku, kasihanilah aku, sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Pemurah.”

Melakukan sa’i (muwalat) secara berurutan tanpa henti kecuali ada alasan.

Tata cara sa’i di atas diambil dari buku Pedoman Haji dan Umrah, Kementerian Agama Republik Indonesia.

 

Exit mobile version